Selasa, 05 April 2011

Analisis Aktivitas Pendanaan

Soal 3-17A :

Diskusikan bagaiman Lessor mencerminkan manfaat sewa dalam laporan laba rugi untuk (a) Operating Lease dan (b) Capital Lease

Jawaban :

a. Operating Lease adalah kegiatan sewa guna usaha dimana Lessee tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha. Lessor mencerminkan manfaat sewa dengan tidak memberikan hak opsi untuk menjual aktivanya kepada Lessee, dengan perhitungan jumlah pembayaran selama masa leasing pertama tidak dapat menutupi harga perolehan barang modal yang di leasekan dan ditambah keuntungan bagi pihak Lessor. Biaya yang dikenakan terhadap lessee adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dibutuhkan oleh lessee beserta bunganya.

b. Capital Lease adalah kegiatan sewa guna usaha dimana Lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati. Lessor mencerminkan manfaat sewa dengan memberikan hak opsi untuk menjual aktivanya kepada Lessee, dengan perhitungan jumlah pembayaran sewa guna usaha dan selama masa sewa guna usaha pertama kali, ditambah nilai sisa barang yang di kease harus dapat menutupi harga perolehan barang modal yang dileasekan dan keuntungan bagi pihak Lessorr.

Senin, 07 Maret 2011

Pelaporan dan Analisis Laporan Keuangan

SOAL 2-4 (BAB II)
 
Seorang anggota  FASB mempunyai Pandangan sebagai Berikut:

Apakah kita akan menetapkan Standar Akutansi untuk sektor swasta atau tidak? Sebagian jawaban akan tergantung pada bagaiman akomunitas usaha memandang Standar Akuntansi. Apakah mereka mengatur yang dirancang untuk membatasi perilaku sosial dan menimbulkan perselisihan antar kepentingan ekonomi? Atau mereka mengatur Pengukuran yang dirancang untuk menyamarkan dan melaporkan seakurat mungkin hasil kejadian ekonomi yang rumit?  Aturan Perilaku memerlukan proses politik. Sedangkan  Aturan Pengukuran yang dirancang, sebaliknya memerlukan proses penelitian melalui observasi dan percobaan. Secara intelektual, menganggap akutansi sebagai proses pengukuran merupakan kasus yang menantang. Tetapi sejarah penetapan standar  akutansi telah didomnasi oleh pandangan sebaliknya bahwa standar akutansi merupakan aturan perilaku. FASB diciptakan dari abu para pendahulunya yang terbakar dalam api hasil proses politik.

a.       a. Perbedaan Aturan Perilaku dengan Aturan Pengukuran
     Aturan perilaku  ini adalah sebagai acuan yang tidak memiliki jangka waktu  sedangkan aturan pengukuran memerlukan  jangka waktu yang cukup lama karena melakukan penelitian dengan data yang otentik, jadi menurut saya aturan perilaku kurang baik untuk menetapkan standar akutansi, yang melalui penelitian dan observasi bisa menjadikan acuan yang lebih baik.

           b. Standar akutansi merupakan proses dari kegiatan politik
Kaum-kaum atas yang ingin menduduki singasana pemerintahan banyak yang bersaing untuk memperebutkan itu, tapi pada akhirnya mereka yang diatas tidak terlalu  mementingkan ekonomi kaum menengah kebawah.

Kamis, 20 Januari 2011

SIKLUS HIDUP SISTEM

Konsep siklus hidup system cocok dengan segala sesuatu yang lahir, tumbuh berkembang menjadi matang dan akhirnya mati. Pola ini juga berlaku untuk system berbasis komputer seperti aplikasi pengolahan data, atau system pendukung keputusan (decision support system – DSS)

Siklus hidup system terdiri dari lima tahap. Empat tahap yang pertama : Perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan, dimaksudkan bagi pengembangannya. Tahap kelima dimaksudkan untuk penggunaannya.
Siklus hidup system merupakan penerapan pendekatan system untuk tugas mengembangkan dan menggunakan system berbasis komputer. Siklus hidup system itu sendiri merupakan metodologi, tetapi polanya lebih dipengaruhi oleh kebutuhan untuk mengembangkan system yang lebih cepat.

Siklus Hidup Sistem (System Life Cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan system atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC terdiri dari serangkaian yang erat yang mengikuti langkah-langkah pendekatan system. Karena tugas-tugas tersebut mengikuti suatu pola yang teratur dan dilakukan secara top-down, SLC sering disebut sebagai Pendekatan Air terjun (waterfall approach).

Tahap-tahap siklus hidup system, yang dikenal dengan SLC dan SDLC. Pengelolaan Siklus Hidup yang dikelola oleh unit jasa informasi Tanggung Jawab ekesekutif.

Tanggung jawab manajemen siklus hidup dapat berada pada beberapa tingkatan organisasi. Pada tingkat puncak, pengarahan menyeluruh berasal dari direktur utama dan eksekutif lain, yang sering berfungsi sebagai komite pengarah. Pada tingkatan yang sedikit lebih rendah, kepemimpinan berada pada komite pengarah SIM. Dalam tim proyek. Pengarahan diberikan oleh para pemimipin proyek.

TAHAPAN SIKLUS HIDUP SISTEM

• Tahapan Perencanaan
• Tahapan Analisis
• Tahapan Rancangan
• Tahapan Penerapan
• Tahapan Penggunaan

Sumber :

Saiful_r_y@ub.ac.id
id.wikipedia.org/wiki/siklus_hidup_sistem
id.wikipedia.org/wiki/tahapan_siklus_hidup

MANFAAT DAN ETIKA SISTEM INFORMASI

Ketika para eksekutif bisnis masa kini mengembangkan rencana bisnis strategis untuk perusahaan mereka, mereka memiliki pilihan yang tidak tersedia beberapa tahuun lalu. Perusahaan dapat ikut serta dalam perdagangan melalui jaringan elektronik (ecommerce). Penggunaan komputer sebagai alat utama melakukan operasi bisnis dasar. Perusahaan ikut serta dalam perdagangan melalui e-commerce untuk berbagai alas an, tetapi tujuan utamanya adalah keunggulan kompetitif.

Setelah para eksekutif menyertakan perdagangan melalui jaringan elektronik dalam rencana strategis. Mereka dihadapkan pada keputusan mengenai pemilihan strategis, metodologi dan teknologi terbaik. Strategis utama adalah membangun system antarorganisasi (Interorganizational system-IOS) yang dari beberapa perusahaan yang bekerjasama sebagai satu unit tunggal. Salah satu cara paling efektif menghubungkan para mitra bisnis IOS adalah dengan arus data komputer, suatu konsep yang disebut pertukaran data elektronik (EDI).

Electronic commerce menggambarkan cakupan yang luas mengenai teknologi, proses dan praktek yang dapat melakukan transaksi bisnis tanpa mengunakan kertas sebagai sarana mekanisme transaksi. Hal ini bias dilakukan dengan berbagai cara seperti memalui email, Electronic Data Interchage (EDI), atau bias juga melalui World Wide Web. Electronic Commerce ini juga meliputi transaksi didalam dan diantara sector bisnis yang khusus dan umum, serta system yang melibatkan komunitas dalam negeri maupun internasional.

Sebagai pernyataan sederhana, electronic Commerce tidak hanya menjadi mekanisme yang tepat dan membutuhkan biaya yang murah untuk diterapkan, tetapi juga akan menjadi sebuah system social yang dapat diterima dan dapat diharapkan untuk digunakan.

Definisi E-Commerce

E-commerce is a dynamic set of technologies, applications, and business process that link enterprises, consumers and communities through electronic transaction and electronic exchange of goods, services and Information.

Jadi, e-commerce merupakan satu set dinamis teknologi aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

Keuntungan E-commerce

• Revenue Stream (aliran pendatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan, yang tidak biasa ditemui di system transaksi tradisional
• Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar)
• Menurunkan biaya operasional (Operating Cost)
• Melebarkan jangkauan (global reach)
• Meningkatkan customer loyality
• Meningkat supplier management
• Memperpendek waktu produksi

Jenis e-commerce

• Business to Partners
• Business to Consumer

Kegiatan yang bisa dilakukan didalam E-commerce :

• Perdagangan online melalui World Wide Web (PC – Personal Computer)
• Transaksi online bisnis antar perusahaan
• Internet Banking
• TV Interaktif
• WAP (Wireless Application Protocol)


Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/manfaat_dan_etika_sistem_informasi
id.wikipedia.org/wiki/e_commerce